• Untitle

    Mengutarakan apa yang tak mampu terucap. Lewat pena ku tuturkan segala yang ingin ku ungkapkan.

  • Sudut Pandang

    Menyoroti sesuatu dari kacamata seorang awam. Bisa benar atau juga salah. Tidak perlu saling menghakimi, kita hanya perlu saling menasehati dan menghargai segala perbedaan.

  • Ceracau

    Menulis menjadi suatu hal yang baru. Sulit, namun terasa begitu menyenangkan. Membagi sesuatu yang kita rasakan atau kita pikirkan kepada oranglain. Berharap semua membawa kebermanfaatan.

  • Sajak

    Melatih rasa dan membahasakan sesuatu yang di rasa. Melankolis katanya. Namun itu dapat melunakkan hati yang keras, dan mempesona hati yang lembut.

Sabtu, 08 Mei 2021

Mudik

Mudik. Kegiatan pulang dari perantauan ke kampung halaman yang lebih sering dilakukan saat mendekati perayaan Idul Fitri. Orang berbondong-bondong memanfaatkan suasana libur panjang untuk berkumpul bersama sanak keluarga yang biasanya dilakukan setahun sekali. Mungkin ada yang pernah mendengar kalimat ini, "Kapan lagi ketemu saudara kalau bukan pas lebaran".

Yap. Lebaran menjadi moment paling penting di masyarakat kita. Saat lebaran semua keluarga besar berkumpul bersama. Bisa di rumah Kakek atau di rumah Kakak tertua. Mulai dari anak tertua sampai cucu dan cicit. Bahkan yang tinggal diperantauan pun tidak ingin ketinggalan moment yang hanya setahun sekali ini. Mereka akan mudik ke kampung halaman. Semua anggota keluarga berkumpul melepas kerinduan.

Mudik di masa pandemi sekarang ini sedang ramai diperbincangkan. Pasalnya, masyarakat diperantauan tidak di izinkan untuk melakukan mudik tahun ini. Katanya, demi mengurangi tingkat penyebaran virus covid-19. Sayangnya, mudik yang sudah mendarahdaging ini sulit sekali di rem. Mudik adalah budaya. Sudah melekat erat dengan kata "Lebaran". Apakah pemerintah mampu mengerem budaya yang sudah ada sejak dahulu? Dan, apakah masyarakat mau untuk di rem?

#RaMen
#Day26
Share:

Jumat, 07 Mei 2021

Kejar yang Keteter

Banyak orang yang mempersiapkan diri sebelum masuk bulan ramadhan dengan membuat list agenda berisi target-target yang ingin dicapai selama bulan ramadhan. Target ibadah, target kerjaan, atau aktivitas lain diluar itu. Juga, mempersiapkan waktu dengan mengatur ulang kapan mulai bangun, kapan mulai kerja, sampai kapan bisa tidur. 

Bagi sebagian orang, sebut saja wanita. Ada waktu dimana ia diharuskan berhenti melakukan yang wajib, sehingga sedikit banyak mempengaruhi siklus yang sudah dibuat yang selama beberapa hari ini di bulan ramadhan rutin dijalankannya. Ibadah yang biasanya dikerjakan sesuai jadwal yang sudah ditentukan, kemudian menjadi kosong. Tak jarang juga yang mengisinya dengan kembali ke empuknya permukaan kasur, dan bergulat kembali dengan mimpi.

Waktu yang bergeser atau mungkin mulai berantakan bisa saja terjadi. Ini tergantung pada tiap individu itu sendiri, mau meniadakan target  atau agenda yang telah dirancang, atau memilih untuk tetap menjalankan agenda yang masih bisa ia jalankan dengan waktu yang sedikit digeser. Kadang ini jadi kelemahan wanita dalam menjalankan aktivitasnya.

Kejar mengejar akan terjadi saat ia memilih untuk meniadakan agenda yang sebenarnya masih bisa ia lakukan. Lalu, keteteran saat kembali mulai bisa beraktivitas sebagai mana mestinya. Walhasil, jika ia menyerah pada "Keteteran" nya itu, target yang sudah ia rancang bukan hanya berantakan, tapi akan hilang bersama dengan berakhirnya ramadhan. Targetnya tidak tercapai. Tapi, bisa berbeda juga jika ia sanggup menyelesaikan "Keteteran" nya itu meski harus bersesak-sesak dalam memenuhi target-targetannya.

Semua adalah pilihan. Ketika ibadah sering dibentur-benturkan, jangan pernah mengeluh jika akhirnya di ujung akan menangisinya. Mengejar setengah mati lalu menyerah. Lebih baik persiapkan senjata sebelum bertempur. Jika tau tak bisa di kejar dengan deadline, lakukan sesuatu semaksimal mungkin sebelum kamu menemui jalan "Keteteran".

#RaMen
#Day25
Share:

Kamis, 06 Mei 2021

Harapan

Hidup harus punya harapan, tapi jangan menggantungkan segala harapan pada manusia, karena bisa jadi pada akhirnya kita akan bertemu dengan kekecewaan. Berharaplah hanya pada Sang Pencipta, karena Dia tidak akan pernah mengecewakan hamba-Nya, apalagi mengkhianati hamba yang mempercayakan segalanya pada-Nya.

Berharaplah kepada-Nya, dan berdo'a lah dengan prasangkaan yang baik, in sya Allah, kita akan bertemu dengan apa yang kita harapkan, dan merasakan kebahagiaan yang sebenarnya.

#RaMen
#Day24

Share:

Rabu, 05 Mei 2021

Pengen Jajan

Abis gajian apa yang paling banget kalian ingin lakukan? Pasti yang paling menggoda adalah jajan. Betul apa betul?😬.

Iya, kalau aku si itu. Langsung buka instagram, cek akun diskonan atau promo, terus cus jajan. Lebih seringnya si cek diskonan kebutuhan rumah. Belanja keperluan dapur buat sebulan, terus pulangnya mampir ke warung mie ayam.

Tapi, bulan ramadhan ini aku belum sempat jajan-jajan. Kaya ada yang nahan kalau mau jajan. Ditambah lagi Mamah bilang, "Itu mah bikin sendiri aja, kan gampang bikinnya". Iya benar juga si, kalau bikin sendiri walaupun mungkin rasanya ngga sama kaya restoran, tapi pasti ada kepuasan sendiri pas lagi masaknya. Irit pula, dapetnya bisa lebih banyak😂.

Bulan ramadhan sepertinya bukan cuma menahan rasa lapar, tapi juga menahan rasa ingin jajanku. Bulan ramadhan juga menambah kreatifitasku. Bagaimana tidak? Makanan yang biasanya aku beli lewat layanan ojek online, sekarang berdasarkan usulan Mamah akhirnya jadi buat sendiri di rumah. Sudah dipastikan dong kreatifitas dalam memasaknya jadi bertambah. Ya, sedikit si, tapi yang penting kan bertambah.

Terima kasih ramadhan, engkau memang selalu datang membawa kebahagian. Meskipun, aku harus merelakan 7 hari lagi kau akan pergi meninggalkanku. Tidak, tidak hanya aku, tapi seluruh umat di semesta ini.

#RaMen
#Day23
Share:

Selasa, 04 Mei 2021

Sumber Inspirasi

Seharian duduk di depan laptop, mencoba mencari inspirasi untuk tugas akhir kelas menulis. Rangkaian kata aku coba tuliskan, berharap 4 halaman terselesaikan secepat kilat. Namun, bukan 4 halaman yang aku dapat, aku cuma bisa menulis 1 halaman saja. Aku baca lagi dan lagi, berharap mungkin setelah aku baca berulang kali nanti akan bertemu dengan penyambung kalimat, tapi ternyata tetap tidak bertambah sedikitpun naskah yang sudah aku buat. Aku coba edit lagi dan lagi, mencoba menyempurnakan kalimat yang ada, namun ujung-ujung nya tetap sama saja, tidak berkurang apalagi bertambah.

Aku beralih mengerjakan pekerjaan lainnya. Sejenak merehatkan diri dari naskah yang sudah hampir seharian ini terasa begitu membebani. Mengerjakan semua pekerjaan yang sempat tertunda, juga mengobrol sana-sini di aplikasi whatsapp, berpikir mungkin setelahnya akan muncul inspirasi yang entah darimana datangnya akan membantuku menyelesaikan tugas. Tapi, hasilnya lagi-lagi nihil. Inspirasi itu tak kunjung menyapa.

Merenung lagi, kembali aku buka file berisi naskah tugas tadi. Menatapnya lekat-lekat. Sebentar-sebentar memiringkan kepala ke kanan, sebentar-sebentar memiringkan kepala ke kiri. Entah, apa itu bisa membantu menemukan inspirasi atau tidak. Yang jelas, aku benar-benar melakukannya. Sebentar-sebentar menopang dagu, sebentar-sebentar menggaruk kepala, alih-alih berharap inspirasi yang datang, justru nampaknya keputus-asaan yang menyapa. Huft.

Aku tatap lagi layar laptop berisi naskah yang tak kunjung bertambah itu. Aku baca judul naskahnya. Tiba-tiba, aku teringat dengan teman-temanku yang aku ajak mengobrol santai di grup whatsapp. Sepertinya mengingat mereka membuatku mendapatkan inspirasi. Tanpa pikir panjang, aku buka lembar yang baru dan mulai menulis. Hal sederhana yang tiba-tiba muncul itu, yang menurutku adalah hal paling sederhana, justru menjadi membuatku terus-menerus menulis. Hingga tidak aku sangka, tugas yang seharusnya hanya berisi 4 halaman, berlebih menjadi 5 halaman. 

Kurang boleh, tapi lebih itu jangan. PR lagi. Aku harus memangkas beberapa paragraf naskahku agar bisa memenuhi standar maksimal halaman dari tugas yang diberikan.

#RaMen
#Day22
Share:

Label Pena

Pena Terpopuler

Kawan Pena